Â
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pembanguan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia di Departemen Keuangan, Jumat (24/4/2009).
Â
"Untuk air minum, masih dalam penggodokan di Depkeu karena skema penjaminannya di bagi oleh daerah-daerah masing," katanya.
Â
Winny mengatakan setelah mendanai bidang kelistrikan, BPD akan fokus pada pendadaan dibidang kebutuhan dasar infrastruktur daerah seperti air bersih dan sanitasi seperi MCK.
Â
Khusus untuk pendanaan bidang air bersih terutama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang jumlahnya hingga 300 lebih di Indonesia. Pihaknya masih mempelajari skema pembiayaannya karena masih dihadapkan oleh permasalahan setiap PDAM di daerah masing-masing.
Â
"Jadi perlu ada standar perbankan untuk melakukan pola pembiayaan," jelasnya.
Â
Seperti diketahui pada hari ini 23 BPD telah sepakat mendanai 13 proyek PLTU 10.000 MW di luar Jawa senilai Rp 4,7 tiliun dengan memberikan pinjaman kepada PT PLN (Persero) yang penjaminannya di dijamin oleh Menteri Keuangan.
(hen/lih)











































