Masyarakat Makin Hati-hati, Pertumbuhan Kartu Kredit Melandai

Masyarakat Makin Hati-hati, Pertumbuhan Kartu Kredit Melandai

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 14:25 WIB
Masyarakat Makin Hati-hati, Pertumbuhan Kartu Kredit Melandai
Depok - Total nilai transaksi kartu kredit tahun 2009 diprediksikan hanya akan tumbuh 15-20%, turun jauh dibandingkan pertumbuhan di tahun 2008. Sikap masyarakat yang makin cerdas menggunakan kartu kredit menjadi salah satu penyebabnya.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Dodit W Probojakti usai menjadi pembicara dalam Kampanye Edukasi Kartu Pembayaran di Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (27/4/2009).

Dodit menjelaskan, tahun 2008 total nilai transaksi kartu kredit naik sebesar Rp 107 triliun atau naik sebesar 47% dibandingkan dengan tahun 2007 yang Rp 72 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini tidak bisa tumbuh mencapai 47 persen namun diprediksi naiknya hanya 15 sampai 20 persen," ujar Dodit.

Dodit menjelaskan, di tahun ini masyarakat cenderung lebih smart dalam mengkonsolidasi utang-utang mereka, serta masyarakat lebih hati-hati dalam spending.

"Masyarakat saat ini menjaga kredibilitasnya dengan melakukan pembayaran yang lebih besar rasionya sehingga akan menurunkan nilai transaksi," tutur Dodit.

Sama halnya dengan penerbit, lanjut Dodit, industri perbankan juga lebih selektif dalam memberikan kartu pembayaran seperti kartu kredit ini. Hal ini terbukti dengan adanya penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) kartu kredit sampai dengan bulan Februari 2009.

"NPL kartu kredit dari bulan Januari ke bulan Februari tahun 2009 turun sebesar 60 bps, atau dari 11,2 persen menjadi 10,6 persen," kata Dodit.

Hal ini menurut Dodit, menunjukan bahwa NPL itu merefleksi dari dana masyarakat yang melakukan pembayaran."Kalo mereka berkonsolidasi seperti yang saya jelaskan diatas, NPL nya ya turun," imbuhnya.

Ia mengatakan, NPL tahun ini yang diprediksikan berada di kisaran 10 persen sampai 11 persen masih dalam taraf yang cukup aman.

"Jika digabung dengan NPL sektor perbankan pasti masih berada di bawah 5 persen, karena NPL kartu kredit saat ini hanya Rp 30 triliun dari keseluruhan total kredit perbankan yang sebesar Rp 1300 triliun," paparnya.

Di tahun 2009 ini, lanjut Dodit, guna menekan NPL di kartu kredit sudah banyak bank-bank atau penerbit yang melakukan restrukturisasi.

"Untuk restrukturisasi usaha, sudah dilakukan oleh penerbit dengan syarat costumer harus jujur, kemudian costumer juga harus menceritakan kesulitan keuangannya dan memberi informasi mempunyai utang dimana," ujar Dodit.

"Saat ini, AKKI melihat bagaimana kita bisa survive dan bertahan di tengah krisis seperti ini, dengan adanya kombinasi dari penerbit dan masyarakat akan menekan lajunya NPL di kartu kredit," pungkasnya.



(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads