BCA Catat Laba Rp 1,6 Triliun di Triwulan I-2009

BCA Catat Laba Rp 1,6 Triliun di Triwulan I-2009

- detikFinance
Rabu, 29 Apr 2009 16:30 WIB
BCA Catat Laba Rp 1,6 Triliun di Triwulan I-2009
Jakarta - PT Bank Central Asia (BCA) menghasilkan laba bersih di triwulan I-2009 sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 41,8% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 1,2 triliun.

Hal ini didorong peningkatan pendapatan bunga bersih dan fee based income yang signifikan serta penurunan tarif pajak penghasilan. Tarif pajak yang digunakan dalam perhitungan taksiran pajak dan penghasilan triwulan I-2008 sebesar 30%, sedangkan tarif pajak triwulan I-2009 turun menjadi 23%.

Pertumbuhan laba ini telah menyebabkan peningkatan RoA dan RoE masing-masing menjadi 3,3% dan 30,6%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 51,1% year on year menjadi Rp 3,9 triliun pada triwulan pertama 2009 diperolah dari komposisi DPK yang baik dan komposisi aktiva produktif yang berimbang sehingga marjin bunga bersih relatuif tinggi pada level 7,1%.

Sedangkan untuk fee based income tumbuh 31,9% year on year menjadi 1 triliun. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan dari jasa layanan rekening dan aktivitas transaksi serta pendapatan dari aktivitas transksi valas.

"BCA telah mencatat pencapaian kinerja yang menggembirakan, namun kami melihat kondisi ekonomi Indonesia 2009 masih dengan tantangan. Sehubungan ekonomi global, BCA akan tetap fokus untuk pertahankan posisi likuiditas yang aman dan struktur modal yang kuat," Dirut BCA, DE Setijoso dalam paparan kinerja di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

Untuk kredit pada triwulan pertama 2009 tercatat sebesar Rp 107,3 triliun atau meningkat dari tahun sebelumnya Rp 84,1 triliun. Maka tingkat rasio terhadap LDR pihak ketiga membaik menjadi 51,2%.

Komposisi kredit terdiri dari kredit konsumer yang tumbuh Rp 21,1 triliun dari sebelumnya Rp 15,2 triliun yang didorong kredit kendaraan motor. Kredit korporasi naik 26,6% menjadi Rp 44,6 triliun, sedangkan kredit komersial dan UKM naik 22,7% jadi 41,6 triliun.

Sedangkan NPL di akhir Maret 2009 juga naik menjadi 1,6% dari sebelumnya 0,8%. DPK pun tumbuh 14% menjadi Rp 209,5 triliun di triwulan I-2009.

"Pencadangan kerugian kredit akhir Maret 2009 rasio profisi terhadap NPL tercatat 192,2% dan CAR 17,4%," tambahnya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads