Â
Menurut, Direktur Korporasi BNI Khrisna Suparto restrukturisasi tersebut dilakukan di bulan Februari dan Maret 2009 lalu.
Â
"Ada satu debitor yang sangat menguntungkan, total nilai seluruhnya mencapai Rp 1,8 triliun," ucapnya usai paparan kinerja kuartal pertama 2009 di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
Â
Ia mengatakan, sektor kredit yang diberikan perseroan termasuk kategori manufacturing. Sedangkan debiturnya berasal dari industri makanan dan wood base industry.
Â
"Salah satunya (restrukturisasi), ada perbaikan equity dari nasabahnya lalu beberapa perpanjangan fasilitas dan penambahan jaminan," ujarnya.
Â
Hingga kuartal pertama 2009, bank plat merah tersebut telah meraup dana sebesar Rp 154 miliar. Sedangkan target hingga akhir tahun sebesar Rp 750 -1 triliun
Â
"Trennya on track. Tapi sebesar apapun dananya tidak masuk ke pendapatan tapi ke tambahan reserve," katanya.
(ang/qom)











































