Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam penandatanganan perjanjian rekening bersama untuk dana abandoment and site restoration di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/6/2009).
"Yang disiapkan Mandiri untuk sektor Migas yaitu 8% dari total loan (pinjaman) yang akan dikeluarkan Mandiri sebesar Rp 170 triliun," ujar Agus.
Agus menjelaskan saat ini realisasi penyaluran kredit Bank Mandiri ke sektor Migas baru mencapai 2% dari total pinjaman yang akan disalurkannya. "Saat ini exposure kita baru 2% dari Rp 170 triliun," ucap Agus.
Sementara itu, Kepala BP Migas R. Priyono menyatakan akan menggunakan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri untuk sektor Migas sebagai local content.
"Saya akan instruksikan local content berupa loan (pinjaman) dari perbankan nasional untuk proyek Migas. Namun kami tidak menganjurkan pendanaan untuk eksplorasi, tapi hanya produksi saja. Sebab kalau eksplorasi resikonya besar," kata Priyono.
Agus menyambut baik inisiatif dari BP Migas yang menghimbau para kontraktor Migas untuk memanfaatkan pembiayaan dari perbankan dalam negeri untuk pengembangan sektor Migas. Dari target cost recovery tahun ini sebesar Rp 130 triliun, lanjut Agus, sebanyak 50%-nya disimpan pada perbankan nasional, karena itu akan menambahkan devisa bagi negara.
"Dari target cost recovery sebesar Rp 130 triliun, kalau bisa 50%-nya yaitu sebesar Rp 65 triliun, maka itu akan bisa menambah cadangan devisa kita," tandasnya.
(epi/dnl)











































