Demikian disampaikan oleh Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2009).
"Sudah (dihentikan), total dana yang sudah kami berikan jumlahnya sebesar Rp 6,123 triliun," katanya.
Dana sebesar Rp 6,123 triliun itu hingga akhir tahun 2008 lalu sudah diberikan sebanyak Rp 4,2 triliun. Sementara itu Rp 2 triliun sisanya diberikan di kuartal I- 2009.
Firdaus mengatakan pihaknya saat ini belum berencana untuk menjual kepemilikan Bank Century, pasalnya hingga saat ini belum ada pihak yang tertarik untuk membeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya dana pihak ketiga pada Februari bisa kembali masuk Rp 100 miliar dan Maret Rp 200 miliar. Kita targetkan sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 1,2 triliun DPK yang masuk," kata Fajar.
Century juga mulai menyalurkan kredit yang kini baru mencapai Rp 100 miliar. Kredit ini kebanyakan disalurkan ke ritel dan mutifinance.
Bisnis unggulan di bank notes juga mulai jalan yang transaksi per hari bisa mencapai US$ 2-4 juta dengan memperdagangkan 21 mata uang. "Klien kami kebanyakan money changer seperti di Bali," ujar Fajar.
Aset-aset yang bodong juga sudah diverifikasi ulang yang hasilnya ada penurunan aset yang signifikan. Dari laporan semula oleh pemegang saham lama sebesar Rp 14 triliun ternyata setelah diaudit cuma ada Rp 7 triliun.
(ang/dnl)











































