"Kehadiran kami di SCBD untuk mengukuhkan layanan di pusat bisnis," kata Direktur Utama Ban Saudara Farid Rahman dalam acara pembukaan cabang baru, di Jakarta, Kamis (18/6/2009).
Dikatakan Farid, dengan status sebagai bank devisa dan produk pelangkap seperti safe defosit box (SDB) dan Bank Kustodian menjadi modal perseroan untuk melayani nasabah di segmen ini.
"Ini bisa menjadi solusi untuk nasabah dalam melakukan transaksi ke luar negeri maupun transaksi perbankan lainnya," jelas Farid.
Hal yang sama pun dikatakan oleh Kepala Cabang Bank Saudara Energy Building Goi Gunawan menegaskan kehadiran Bank Saudara di kawasan Sudirman lebih mengarah mengincar nasabah korprorat, dan sebagai titik awal untuk menggarap segmen nasabah menengah keatas.
"Sekarang ini kita lebih pada segmen menengah bawah seperti pensiunan, pegawai," katanya.
Sementara itu pemegang saham Bank Saudara Arifin Panigoro dalam acara pembukaan mengatakan diresmikannya pembukaan cabang baru di kawasan Sudirman pada hari ini tidak terlepas dari pemilihan hari untuk memperingati ulang tahun adik perempuannya yang berulang tahun pada hari ini.
"Kenapa hari ini? Kita bersebelas (saudara) tapi perempuanya cuma satu, adik saya yang paling cantik berulang tahun pada hari ini," katanya.BPR Syariah Bank Saudara
PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk akan mengoperasikan satu buah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah dari 3 BPR yang sedang dalam proses due diligence pada tahun ini.
Rencananya perseroan akan mengkonversi perwakilan BPR-BPR di setiap provinsi di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan menjadi BPR syariah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 3 itu kita ambil satu, tahun ini," kata Direktur Bank Saudara Yanto M. Purbo.
Keputusan perseroan masuk ke segmen syariah, dijelaskannya, tidak terlepas dari segmen nasabah yang selama ini sudah digarap oleh perseroan yaitu segmen menengah kebawah. Rencananya secara bertahap, BPR syariah Bank Saudara bisa ada di setiap provinsi di Indonesia.
"Segmen kita kan menengah ke bawah, kalau BPR ini kan di daerah-daerah jadi sangat pas," ucapnya.
Selain itu kata, dia sesuai dengan rencana perseroan masuk ke bisnis syariah, pemilihan wadah BPR dirasa lebih tepat karena proses izin konversinya dari Bank Indonesia (BI) lebih mudah.
"Kami sebagai bank yang kepemilikannya masih pribumi, kami tersentuh lah masuk ke syariah. kalau BPR kan menyentuh kekalangan menegah bawah, UMKM, pegawai," katanya. (hen/lih)











































