Demikian dikatakan Direktur Utama Mega Syariah, Beny Witjaksono usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Daarut Tauhid di Gedung Bank Mega, Jakarta, Selasa (23/06/2009).
"Ini merupakan subdebt pertama yang dilakukan oleh Mega Syariah dan kami telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI)," ujarnya.
Ia mengatakan untuk saat ini injeksi modal sangat dimungkinakan untuk ekspansi Mega syariah.
"Untuk suntikan langsung dari pemegang saham juga masuk dalam Rencana Bisnis Bank Syariah Mega namun untuk saat ini belum ada rencana. Untuk subdebt juga melihat kondisi pasar jika memungkinkan," paparnya.
Untuk ekspansi bisnisnya, Beny mengatakan Mega syariah akan mengucurkan kreditnya sampai dengan akhir tahun 2009 sebesar Rp 3,1 triliun dengan fokus bisnis di kredit mikro.
"Sampai dengan bulan Mei 2009, Mega syariah telah mengucurkan kredit sebesar Rp 1,5 triliun. Rp 400 miliar di sektor korporasi dan Small Medium Enterprise (SME) sisanya di kredit mikro," jelasnya.
Lebih lanjut Beny mengatakan pada tahun ini Mega syariah juga akan membuka galeri. Sebanyak 60 galeri ada di semua kantor Bank Mega yang baru.
Sementara untuk Gadai Syariah Mega, pada tahun ini akan dilakukan penambahan minimum sebanyak 10 kantor. Beny mengatakan produktivitas satu gadai syariah Mega menunjukan potensi yang baik. Hampir setiap satu kantor produktivitasnya menghasilkan Rp 25 juta.
Rasio kecukupan modal atau CAR Mega Syariah, lanjut Beny saat ini berada di kisaran 12 persen.
"Sedangkan Finance to Deposit Ratio (FDR) Mega Syariah saat ini berada di level 78 persen dengan Non Performing Finance (NPF) di level 1,7 persen," jelas Beny.
Untuk Struktur Dana Pihak Ketiga (DPK) Mega Syariah saat ini sebesar Rp 3,4 triliun yang komposisinya terdiri dari Tabungan dan Giro sebesar 15 persen dan 85 persen di dana mahal atau deposito.
MoU Mega Syariah Dengan Daarut Tauhid (DT)
Mega Syariah bekerja sama dengan Daarut Tauhid (DT) pimpinan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) melalui co-branding.
Melalui co-branding tersebut maka seluruh anggota DT Jakarta akan memperoleh kartu berlogo DT dan Mega Syariah yang berfungsi sebagai kartu anggota sekaligus kartu ATM Mega Syariah dengan berbagai fasilitasnya.
Mia Kusmiasari Ketua Yayasan DT Cabang Jakarta mengatakan jumlah jamaah DT saat ini mencapai 9000 orang. "Jamaah DT nantinya juga akan terdaftar sebagai nasabah Mega Syariah," jelasnya.
MoU tersebut merupakan bukti komitmen Mega Syariah sebagai salah satu pemain dalam industri perbankan syariah, untuk turut memfasilitasi dan memberikan kemudahan layanan perbankan bagi kalangan pesantren.
(dru/ang)











































