Usulan itu disampaikan di tengah seretnya kredit modal dari perbankan untuk pelaku usaha industri kreatif termasuk yang berbasis teknologi dan budaya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin MS Hidayat disela-sela acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 di JCC, Jakarta, Jumat (26/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, masuknya modal ventura ke industri kreatif justru akan lebih tepat, karena pemilik modal ventura bisa masuk langsung membenamkan modalnya. Dari pada harus mengharapkan perbankan yang mensyaratkan segala persyaratan termasuk agunan yang sulit terpenuhi oleh industri kreatif.
"Bill Gates saja pertama kali dikembangkan oleh modal ventura, baru setelah itu perbankan masuk," tukasnya.
Seperti diketahui dalam pengembangan industri kreatif, saat ini belum banyak perbankan yang melirik sektor ini sebagai sektor potensial. Meskipun beberapa upaya telah dilakukan, seperti pihak Departemen Perdagangan yang telah menggandeng Bank BNI untuk membantu pengucuran modal.
Sektor industri kreatif setidaknya memiliki 14 sub sektor yang meliputi bidang animasi, kreasi kerajinan, software, sinematografi dan lain-lain.
(hen/qom)











































