Laba Mega Syariah Semester I-2009 Turun Rp 7,17 Miliar

Laba Mega Syariah Semester I-2009 Turun Rp 7,17 Miliar

- detikFinance
Kamis, 09 Jul 2009 18:18 WIB
Laba Mega Syariah Semester I-2009 Turun Rp 7,17 Miliar
Jakarta - Laba PT Bank Mega Syariah (BMS) turun Rp 7,17 miliar menjadi Rp 27,13 miliar pada bulan Juni 2009 dibandingkan dengan periode yang sama di 2008 yang sebesar Rp 34,3 miliar. Penurunan ini dikarenakan konsekuensi dari investasi yang dilakukan perseroan selama tahun 2008.

Demikian dikatakan Direktur Utama BMS, Beny Witjaksono dalam Media Gathering di Gedung Bank Mega, Jakarta, Kamis (09/07/2009).

"Konsekuensi tersebut antara lain penambahan 185 unit jaringan kantor dan penambahan jumlah karyawan dari 351 orang menjadi 2.943 orang," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beny mengatakan, investasi tersebut memiliki nilai yang sangat strategis untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang dengan tetap fokus pada pembiayaan sektor usaha mikro, kecil dan menengah dengan dukungan pendanaan ritel yang semakin meningkat porsinya.

Namun, Beny mengatakan untuk komposisi dana pihak ketiga (DPK) dan Aset BMS tetap tumbuh sampai dengan bulan Juni 2009.

"Untuk DPK bulan Juni tahun 2009 sebesar Rp 3,197 triliun, sebelumnya hanya Rp 1,88 triliun di bulan Juni tahun 2008," tuturnya.

Beny mengatakan DPK terdiri dari tabungan berjumlah Rp 119 juta kemudian giro Rp 548,8 miliar dan deposito Rp 2,5 triliun.

Aset BMS, sambung Beny juga meningkat, dari bulan Juni tahun 2008 yang hanya sebesar Rp 2,2 triliun menjadi Rp 3,6 triliun pada bulan yang sama di tahun 2009.

"Pembiayaan BMS terdiri dari 3 sektor yakni pembiayaan mikro, UMKM dan joint financing," jelasnya.

Sampai dengan bulan Juni 2009, Beny mengatakan kredit mikro mencapai Rp 1,5 triliun atau tumbuh sebesar Rp 1,14 dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. "Juni 2008 kita belum membiayai kredit umkm di awal tahun 2009 baru mulai dan sudah mencapai Rp 406 miliar dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi Rp 911 miliar di akhir tahun 2009," paparnya.

Ia menambahkan untuk pembiayaan joint financing turun, bulan Juni tahun 2008 kredit mencapai Rp 1,1 triliun namun bulan Juni tahun 2009 hanya mencapai Rp 705 miliar.

"Untuk pembiayaan kredit sindikasi, BMS bersama dengan bank Mega melakukan sindikasi pembiayaan di sektor infrastruktur sebesar Rp 40 miliar dan pembiayaan pabrik kertas pindodeli Rp 50 miliar," kata Beny.

Lebih lanjut Beny mengatakan pada tahun 2009, BMS akan membuka galeri sebanyak 60 galeri yang ada di semua kantor Bank Mega yang baru.

Dan untuk Gadai Syariah Mega, pada tahun ini pula akan dilakukan penambahan minimum sebanyak 10 kantor. "Gadai Syariah Mega menunjukan potensi yang baik. Hampir setiap kantor produktivitasnya menghasilkan Rp 25 juta," tuturnya.

Tahun ini pula, lanjut beny, BMS bekerjasama dengan Departemen Agama menerima pembayaran Ongkos Naik Haji (ONH).

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads