Likuiditas Global Harus Segera Ditarik Usai Krisis

Likuiditas Global Harus Segera Ditarik Usai Krisis

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 11:48 WIB
Likuiditas Global Harus Segera Ditarik Usai Krisis
Jakarta - Bank sentral internasional termasuk Bank Indonesia diminta menarik likuditidasnya setelah krisis global usai. Jika tidak, dunia akan menghadapi risiko inflasi yang panjang.
 
Menurut Kepala Analis PT Bank Mandiri Tbk Mirza Adityaswara, penarikan likuiditas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya likuiditas akibat terlalu banyak uang beredar pada saat mengantisipasi kekeringan likuiditas waktu krisis lalu.
 
"Sekarang ini likuiditas global masih ketat. Nanti setelah Bank Sentral Amerika kembali normal, bank sentral seluruh dunia harus menarik kembali likuiditasnya," katanya di sela Seminar Reformasi Sektor Keuangan Setelah Krisis Keuangan Global, Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
 
Ia mengatakan, penarikan tersebut harus dilakukan dengan timing yang tepat sesuai dengan kondisi negara masing-masing. Jika penarikan tidak dilakukan maka diperkirakan bisa terjadi inflasi dalam 3 tahun ke depan.
 
"Masalah timing ini penting sekali. Jika ditarik terlalu cepat maka rate (suku bunga acuan) berpotensi naik," ujarnya

Hingga Juni 2009, beberapa negara besar di dunia seperti Amerika, Belanda, Inggris, Perancis, China dan lain-lain telah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menambah likuiditasnya. Total dana yang telah dikeluarkan mencapai US$ 438,2 juta.



(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads