Uang BNI Rp 15 Miliar yang Dirampok Sudah Diasuransikan

Uang BNI Rp 15 Miliar yang Dirampok Sudah Diasuransikan

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 16:06 WIB
Uang BNI Rp 15 Miliar yang Dirampok Sudah Diasuransikan
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengaku tidak mengalami kerugian akibat perampokan uang Rp 15 miliar yang akan dikirim ke kantor pusat. Setiap distribusi uang BNI selalu dilindungi asuransi uang (money insurance).

Menurut juru bicara BNI Ryan Kryanto, uang yang dalam proses distribusi selalu diasuransikan melalui perusahaan pengamanannya, yaitu Certis Cisco.

"Dari sisi finansial, BNI tidak mengalami kerugian, semua ada asuransinya dan melalui Certis Cisco kita sudah menggunakan asuransi Tri Pakarta dalam proteksi money insurance," ujar ekonom dan juru bicara BNI di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (14/07/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu, raibnya uang Rp 15 miliar tidak mempengaruhi kinerja maupun pelayanan BNI terhadap nasabah lainnya.

Ryan menjelaskan, dana tersebut merupakan dana operasional harian yang memang surplus di kantor cabang tersebut. "Hal tersebut memang biasa terjadi. Di suatu kantor cabang dan kantor layanan jika memang banyak yang setor uang, maka daripada mengendap, BNI akan melakukan distribusi dana tersebut ke kantor pusat," papar Ryan.

Hal ini dilakukan agar jika ada cabang BNI yang kekurangan likuiditas bisa dipinjamkan dari surplus dana ini. "Ini biar tidak ngendon di suatu cabang," katanya.

Ryan menambahkan sejauh ini kita belum mendapatkan keterangan lebih lanjut atas kasus tersebut. "Semua
di tangan kepolisian dan Certis Cisco selaku perusahaan yang telah bekerjasama sejak tahun 2007 tersebut akan bertanggung jawab sepenuhnya," ujar Ryan.

Untuk diketahui, PT Certis Cisco mengalami musibah perampokan pada senin (13/07/2009) malam. Salah satu armada Cisco mengalami musibah di kawasan Grogol, Jakarta Barat ketika sedang mengirimkan uang dari BNI Cabang Tangerang sebesar Rp 5 miliar dan dari BNI Soewarna sebesar Rp 10 miliar menuju Cash Center BNI di kantor pusat.

Cisco merupakan salah satu perusahaan vendor pelayanan pengantaran dan penjemputan uang dari dan ke cabang BNI. Selain Cisco, BNI juga menggunakan jasa dari 5 perusahaan lainnya.

Sejak tahun 2004, BNI telah mengimplementasikan sistem pooling cash dimana pendistribusian uang tunai dilakukan secara sentralisasi sehingga lebih efektif dan efisien mendukung kegiatan bisnis perusahaan secara keseluruhan.

(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads