Â
Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, hingga semester I-2009 perseroan telah melakukan restrukturisasi kredit di sektor tersebut sebesar Rp 1 triliun.
Â
"Dengan restrukturisasi maka diharapkan NPL (non performing loan ) kredit menengah bisa berada di 5-6%. Sekarang kan masih 9,5%," katanya usai paparan publik di kantor pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/7/2009).
Â
Ia mengatakan, NPL yang paling tinggi saat ini memang berada di sektor kredit menengah. Salah satu segmen yang menyumbang NPL terbesar adalah manufaktur.
Â
"Tapi sampai Juni ini banyak nasabah yang membuahkan hasil. Nah, ini akan berlanjut sampai akhir tahun," ungkapnya.
(ang/dnl)











































