Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Keuangan Danamon, Vera Eve Lim dalam paparan pubilk kinerja Danamon semester I-2009 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/07/2009).
"NPL lebih tinggi karena perekonomian global yang melambat, itu wajar saja," ujar Eva.
Ia menambahkan harga komoditas yang menurun ditambah ekspor yang melambat sehingga para debitur pun mengalami gejolak perekonomian yang menurun.
"Dengan rasio penyisihan terhadap NPL sebesar 107,5%, Net NPL Danamon tetap berada pada angka nol setelah memperhitungkan nilai agunan, khususnya untuk kredit korporasi, komersial, usaha kecil (UMKM) dan kredit kepemilikan rumah," paparnya.
Tagihan Derivatif
Nilai outsanding derivatif Danamon sampai dengan semester I-2009 sudah menunjukan perbaikan. Tercatat sampai dengan semester I-2009 sebesar US$ 4 juta, atau sudah menurun dari bulan Mei 2009 yang mencapai US$ 7 juta.
Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Direktur Danamon, Sebastian Paredes di tempat yang sama. "Keadaan sudah mulai membaik, dan memang outstanding derivatif Danamon terus menunjukan perbaikan," ujar Sebastian.
Sebastian juga mengatakan, hal tersebut juga didukung oleh nilai kurs rupiah yang cenderung sudah stabil.
(dru/dnl)











































