BRI Seleksi 2 Bank untuk Diakuisisi

BRI Seleksi 2 Bank untuk Diakuisisi

- detikFinance
Kamis, 23 Jul 2009 15:30 WIB
BRI Seleksi 2 Bank untuk Diakuisisi
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tengah menyeleksi 2 bank yang berskala lebih kecil untuk diakuisisi. Proses akuisisi diperkirakan akan rampung pada tahun depan.

Demikian disampaikan Dirut BRI Sofyan Basir ketika dihubungi detikFinance, Kamis (23/7/2009).

"Memang ada banyak kesempatan yang diberikan ke kita. Bukan satu (bank yang sedang dikaji) saja, ada dua. Tapi belum final, masih dalam kajian," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofyan, akuisisi tersebut dilakukan untuk lebih menajamkan bisnis BRI yang sudah ada selama ini.

"Untuk pengembangan bisnis kita agar lebih spesifik, menengah, konsumer, mikro. Tapi tetap konsepnya akuisisi untuk bangun sinergi," ujarnya.

Berdasarkan kabar yang beredar, Bank Bukopin menjadi salah satu bank yang tengah diincar BRI.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar itu, Sofyan tidak memberi penjelasan. "Belum bisa kita utarakan," katanya.

BRI juga saat ini tengah mencari pendanaan untuk melaksanakan rencananya mengakuisisi bank berskala kecil, sehingga aksi akuisisi tersebut tidak akan menggerus modal perseroan.

Menurut Sofyan saat ini kondisi permodalan perseroan masih aman, karena rasio CAR masih berada di kisaran 14 persen atau jauh di atas batas minimal yang ditentukan yang sebesar 8 persen.

Selain itu, kondisi permodalan BRI juga semakin kuat karena bank BUMN ini mendapatkan keringanan pembayaran dividen dari pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas. Jika biasanya BRI menyetor dividen hingga 50 persen, maka tahun ini BRI dibolehkan menyetor dividen 35 persen dari laba tahun 2008.

"Itu artinya 65 persen sisanya bisa ke masuk membantu permodalan. Ini tentu membantu ringankan kita untuk menyiapkan permodalan," katanya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan BRI akan mencari tambahan modal melalui penerbitan subdebt. Tambahan modal ini diperlukan terutama jika perusahaan ingin tumbuh anorganik seperti aksi-aksi akuisisi, kabarnya BRI akan menerbitkan subdebt sebesar Rp 2 triliun.

"Kita akan lihat bagaimana pelaku pasar, kalau menarik di tahun ini ya kita ambil, kalau tahun depan ya tahun depan. Untuk subdebt kalau akan tumbuh unorganik seperti akuisisi memang butuh tambahan modal," katanya.

(lih/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads