"Per 30 Juni 2009, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 12,04 triliun, naik 29% dari sebelumnya Rp 9,37 triliun per 30 Juni 2008," ujar Direktur Utama BTPN, Jerry Ng dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2009).
Jerry mengatakan, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan penurunan rasio kredit bermasalah bruto (NPL Bruto) dari 0,67% pada semester I-2008 menjadi 0,55% pada semester I-2009. NPL netto juga mengalami penurunan dari 0,03% di semester I-2008 menjadi 0,02% di semester I-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan peningkatan kredit, lanjut Jerry, posisi dana masyarakat pun mengalami peningkatan sebesar 43% menjadi Rp 15,93 triliun pada semester I-2009.
Pendapatan operasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 10% dari Rp 816,2 miliar di semester I-2008 menjadi Rp 898,7 miliar pada semester I-2009.
BTPN juga telah menambah jumlah kantor cabangnya sebanyak 201 gerai baru sepanjang semester I-2009. Pada akhir tahun 2008, jumlah kantor cabang BTPN sebanyak 467 gerai. Per 30 Juni 2009, jumlahnya bertambah menjadi 688 gerai.
"Penambahan ini meningkatkan beban operasional, sehingga laba bersih BTPN sampai dengan 30 Juni 2009 mengalami penurunan sebesar 33% menjadi Rp 140,6 miliar di akhir semester I-2009,β ujar Jerry.
Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) BTPN) per 30 Juni berada di level 23%.
Dalam waktu dekat, BTPN juga berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar dengan penjamin emisi penerbitan obligasi PT CIMB Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas. Pada awal bulan ini, BTPN telah mendapatkan National Long-term rating A+ (idn) dengan Positive Outlook dari Fitch Ratings.
"Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari strategi BTPN untuk menjamin pendanaan jangka panjang sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat sehingga kami dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi," jelas Jerry.
(dro/lih)











































