"Bunga kredit kita pasti turun kembali nanti, kita sudah turun cukup banyak, kemarin saja akhir bulan (Juni 2009) sudah turun 0,25 persen," ujar Wakil Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja.
Ia menyampaikan hal itu usai Konferensi Pers Kinerja Semester I BCA di Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (29/07/2009).
Jahja menambahkan, saat ini bunga kredit BCA berada di kisaran 12 persen sampai 13,5 persen. "Itu untuk diluar KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KPR BCA bunganya 9,9 untuk satu dan dua tahun," tuturnya.
Untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA, lanjut Jahja saat ini berada di kisaran 11 persen efektif. "Atau 5,3 persen flat rate," jelasnya.
Ia mengatakan BCA tetap akan fokus di kredit konsumer disamping kredit komersial. Hingga akhir Juni 2009, kredit konsumer BCA tumbuh 30,5 persen YoY menjadi Rp 22,6 triliun dari Rp 17,3 triliun pada akhir Juni 2008. Dan pada tahun ini kredit secara keseluruhan diproyeksikan akan tumbuh 15 persen.
BCA Syariah Ditunda jadi Januari 2010
Rencana BCA untuk meluncurkan Bank BCA Syariah pada bulan September 2009 terpaksa ditunda hingga Januari 2010.
Pasalnya proses konversi dari Bank UIB (Utama Internasional Bank) yang diakuisisi pada Oktober 2008 kemarin masih belum sempurna diselesaikan dan faktor sumber daya manusia (SDM) masih dalam persiapan.
"UIB akan menjadi Bank BCA Syariah dan direncanakan awal 2010 sudah mulai beroperasi," ujar Jahja.
Ia mengatakan fokus bisnis BCA Syariah dari segi pendanaan akan menggarap sektor middle up class.
BCA telah menyelesaikan akuisisi 100 persen terhadap PT Bank UIB senilai Rp 248,257 miliar pada bulan Juni 2009 kemarin.
Presiden Direktur BCA DE Setijoso mengatakan bahwa potensi usaha perbankan syariah di Indonesia cukup menjanjikan dan rencana BCA mengembangkan usaha syariahnya merupakan salah satu visi BCA sebagai pilihan utama andalan masyarakat.
"Dengan adanya bank syariah ini, BCA dapat membuka peluang untuk menjangkau segmen pasar secara lebih luas," tuturnya. (dru/qom)











































