"Saya berharap 50 persen dari penerimaan berputar di perbankan nasional," ujar Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardoyo di sela-sela diskusi panel mengenai Peningkatan Peran dan Partisipasi Bank BUMN dalam kegiatan Usaha Hulu Migas di Indonesia, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
Menurut Agus, hal tersebut mungkin terealisasi mengingat BP Migas telah mengeluarkan surat edaran mengenai penggunaan bank dalam negeri oleh KKKS asing dalam kegiatan operasionalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan selama ini perbankan nasional baru bergerak di bidang pinjaman karyawan dan belum masuk ke dalam kegiatan operasional dan pengadaan barang dan jasa.
"Kita masih masuk di kegiatan sifatnya penunjang. Kegiataan cash management dari KKKS rata-rata belum ada di bank nasional. Itu bisa gunakan perbankan dalam negeri dengan catatan banknya kasih service baik dan aman," ujarnya.
Agus menjelaskan perbankan nasional sendiri juga telah meningkatkan kemampuan teknologinya untuk mendukung aktivitas kegiatan perbankan yang akan digunakan KKKS sebab selama ini para KKKS asing menilai perbankan nasional masih terbatas dari sisi teknologi.
"Kami selama 3 tahun terakhir sudah investasi sebesar US$ 200 juta untuk memberikan dukungan teknologi sesuai kebutuhan kontraktor minyak asing,," ungkapnya.
Sebelumnya, Agus pernah mengatakan Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan dana Rp 13,6 triliun untuk pinjaman proyek minyak dan gas bumi (migas) tahun ini. Angka tersebut sekitar 8% dari total dana pinjaman yang disiapkannya tahun ini sebesar Rp 170 triliun.
"Sampai saat ini realisasi penyaluran kredit Mandiri ke sektor migas baru sebesar 2% atau Rp 3,4 triliun," kata Agus, Senin (1/6/2009).
Namun menurut Agus, Bank Mandiri hanya akan mencairkan pinjaman kepada proyek-proyek migas yang resikonya kecil alias yang sudah siap berproduksi.
"Kemungkinan untuk pembiyaan di tempat yang resikonya kecil yaitu sudah ketahuan reservesnya. Hanya tinggal mengeluarkan minyak saja," tambahnya.
Agus menambahkan jika memang ada potensi besar maka pihaknya akan akan sediakan portofolio sampai 8%, itu plafon."Selama ini klien kita pemain-pemain nasional yang bagus seperti Medco, dan lain-lain. Kita juga sediakan valas untuk pinjaman itu," kata Agus.
(epi/lih)











































