Demikian disampaikan oleh Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah N.K. Makhijani dalam siaran pers, Rabu (5/8/2009).
"Membaiknya permintaan negara emerging markets juga mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diperkirakan lebih baik dari proyeksi sebelumnya. Hal ini ditopang oleh membaiknya kondisi perekonomian negara mitra dagang sehingga mendorong permintaan ekspor," ujarnya.
Selain itu, Dyah mengatakan perkembangan harga di pasar internasional yang kembali meningkat sejak pertengahan bulan Juli 2009 yang menumbuhkan optimisme akan dukungan terhadap kinerja ekspor selama triwulan III-2009.
"Di sisi neraca modal dan finansial (TMF), kondisi pasar keuangan global yang kondusif, serta persepsi positif terhadap ekonomi domestik yang terjaga, telah mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio," jelas Dyah.
Dyah mengatakan penanaman dalam bentuk investasi langsung asing (foreign direct investment ) juga diperkirakan masih akan berlangsung sejalan dengan berkurangnya keketatan likuiditas global dan prospek perekonomian domestik yang positif.
"Dengan berbagai perkembangan tersebut, NPI diprakirakan mencatat surplus lebih baik dari prakiraan sebelumnya. Sementara itu, posisi cadangan devisa di akhir Juli 2009 tercatat sebesar USD57,4 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," pungkasnya.
Catatan cadangan devisa Indonesia sejak awal 2009 adalah :
- 30 Januari 2009 : US$ 50,869 miliar
- 27 Februari 2009 : US$ 50,564 miliar
- 31 Maret 2009 : US$ 54,840 miliar
- 30 April 2009 : US$ 56,565 miliar
- 29 Mei 2009 : US$ 57,934 miliar
- 30 Juni 2009 : US$ 57,6 miliar.










































