Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (5/8/2009).
"Tidak (terbitkan global bond) , kita sudah cukup sekali, sekarang kan tinggal 25% sisa penerbitan SUN dan dalam waktu 5 bulan saya rasa lebih dari cukup," ujarnya.
Rahmat mengatakan pemerintah akan mengandalkan penerbitan SUN reguler untuk memenuhi defisit anggaran, selain itu Departemen Keuangan juga akan kembali menerbitkan sukuk dalam negeri sebagai bagian dalam pembiayaan defisit.
"Untuk sukuk nanti kita ajukan lagi ke DPR untuk underlying asset-nya kita baru ajukan, tapi belum bisa disampaikan mudah-mudahan bisa disetujui tahun ini tapi saya tidak katakan dulu mungkin maksimal Rp 5 triliun," katanya.
Dikatakan Rahmat, pemerintah juga berharap tidak akan menarik standby loan di tahun ini .
(dnl/qom)











































