"Penyaluran kredit oleh perbankan sampai akhir tahun 2009 jika mencapai 10% saja sudah sangat baik. Perbankan harus menyalurkan kredit setiap bulannya sebesar Rp 20 triliun untuk mencapai 10% tersebut," papar Kepala Biro Stabilitas Sisitem Keuangan, Wimboh Santoso.Ia menyampaikan hal itu dalam acara workshop wartawan ekonomi moneter dan perbankan di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat (07/08/2009).
Wimboh mengatakan sampai dengan bulan Juni 2009, kredit hanya tumbuh tipis sebesar 2,3%."Maka melihat realisasi pertumbuhan kredit sampai dengan saat ini, maka pertumbuhan jika mencapai 10% saja sudah cukup bagus apalagi sesuai dengan target BI yang sebesar 11%," katanya.
Ia menambahkan, hingga Juli total kredit perbankan hanya tumbuh sekitar Rp 27,7 triliun. Menurut dia, perlambatan pertumbuhan kredit terutama pada bank-bank swasta, hal ini karena bank-bank tersebut lebih banyak menyalurkan kredit untuk korporasi.
"Ini yang menjadi masalah, karena saat ini perekonomian masih memiliki resiko dan terutama yang terkena adalah korporasi," tuturnya.
Sementara itu, bank pemerintah dan BPD dinilai cukup agresif. Menurut dia, berdasarkan data BI, bank pemerintah telah menyalurkan kredit Rp 41 triliun dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp14,7 triliun.
"Kita harapkan saja pulihnya krisis global di semester II ini akan berpotensi mendorong berlanjutnya pertumbuhan kredit, ditambah kebijakan moneter BI yang ikut menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sehingga akan menyebabkan lending juga akan tumbuh," tandasnya.
(dru/dnl)











































