Calon Gubernur BI Tak Jauh-jauh dari yang Diberitakan Media

Calon Gubernur BI Tak Jauh-jauh dari yang Diberitakan Media

- detikFinance
Jumat, 07 Agu 2009 15:45 WIB
Calon Gubernur BI Tak Jauh-jauh dari yang Diberitakan Media
Jakarta - Dua nama kini sering disebut-sebgut sebagai calon Gubernur Bank Indonesia yakni Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono dan Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution. Menurut Mensesneg Hatta Rajasa, nama yang akan diajukan Presiden SBY sebagai Gubernur BI memang tak jauh-jauh dari yang diberitakan media.

"Saya kira ya dalam waktu dekat, Presiden akan mengajukannya dalam waktu dekat. Karena suara-suara dari dewan, kalangan pers, juga namanya nggak jauh-jauh. Ya, jadi kelihatannya acceptabilitasnya cukup tinggi," ujar Hatta sebelum acara pembukaan silahturahmi pewaris kerajaan se-Nusantara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/8/2009).

Presiden SBY hingga kini belum mengirim nama-nama calon Gubernur BI, sehingga sempat muncul spekulasi nama baru akan dikirimkan pada masa DPR baru. Dengan DPR baru yang didominasi partai Demokrat, diharapkan proses pemilihan Gubernur BI bisa mulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menepis anggapan tersebut. Menurutnya, presiden SBY akan segera mengirimkan nama-nama calon Gubernur BI pada masa sidang DPR yang sekarang.

"Insya Allah, sampai Oktober kan masa sidangnya," tambah Hatta.

Berikut petikan wawancara wartawan dengan Hatta Rajasa:


Bagaimana kabar pemilihan Gubernur BI?

Gubernur BI yah sebentar lagi lah.

Di masa sidang DPR yang sekarang?

Insya Allah.

Ada tengggat waktu pengajuan usulan nama?

Di UU-nya ngga ada. Kecuali kalau pada waktu Deputi senior pada waktu itu, 3 bulan sebelum berakhir, maka sudah harus ada nama diajukan.

Orang dalam? Pakai referensi Boediono sebagai orang dalam?

Kita tunggu aja sebentar lagi.

Presiden sudah pegang berapa nama?

Pokoknya berdasarkan ketentuan yang sebanyak-banyaknya itu.

Kalau Darmin Nasution jadi kandidat cagub BI, berarti DGS itu nggak bisa diajukan sekarang dan lowong, apa itu akan ditempuh?

Makanya hal-hal seperti itu diperhitungkan. Karena dalam UU, dalam satu tahun hanya bisa dua kali pengisian itu.

Berarti Darmin calon kuat?

Hmm. Haha... Nanya sama statement itu beda-beda tipis.

Cari yang lebih senior dari Pak Darmin lho?

Gitu ya.

Presiden kan pertimbangannya kadang aneh?

Nggak lah.. kriterianya sudah jelas kok.

Jadi berapa nama Pak?

Pokoknya berdasar UU sebanyak-banyaknya kan, berarti bisa diajukan satu orang, bisa dua orang. Sudah ada di tangan pak presiden lah.

Kemarin santer Sri Mulyani yang kandidat. Tapi kemudian ada pertimbangan tertentu, dia didrop?

Sebetulnya waktu itu kan presiden menyampaikan di pertemuan di kantor Tempo. Presiden hanya menyatakan, salah satu yang bisa diajukan adalah. Jadi tidak salah juga. Salah satunya.

Pak, berarti pasti diajukan di DPR masa sidang sekarang ya?

Insya Allah, sampai oktober kan masa sidangnya.

Tapi kan sulit masa sidang sekarang sebab masa sidang baru mulai bulan depan?


Nggak juga.

Berarti satu?

Bisa satu, bisa dua.

Dari dalam?

Aku nggak berkomentar deh.

Darmin orang dalam, Hartadi juga orang dalam dalam dan berpengalaman. Jadi orang dua itu?

Kalo saya baca dari media, nama-nama yang muncul, kelihatannya yang ditebak oleh kawan-kawan media itu, bisa tidak terlalu jauh.

Kriterianya?

Kriterianya UU itu lah. Tunggu aja deh.

Pak positif orang dalam BI atas saran Boediono, Hartadi Pak?


Ya kita doakan saja.

Kapan mau diajukan?


Belum tahu

Dalam bulan ini?

Saya kira ya dalam waktu dekat, Presiden akan mengajukannya dalam waktu dekat. Karena suara-suara dari dewan, kalangan pers, juga namanya nggak jauh-jauh. Ya jadi kelihatannya acceptabilitasnya cukup tinggi.



(lh/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads