"Pertemuan ini adalah silaturahmi untuk menyampaikan informasi kepada DPR mengenai perkembangan ekonomi terkait bagaimana dampak krisis keuangan kepada bangsa kita," ujar Agung.
Hal ini disampaikan Agung seusai bertemu dengan jajaran petinggi BI di ruang tamu pimpinan DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami gembira bahwa ada optimisme tinggi pada pimpinan BI, meskipun ada beberapa hal yang menuntut perhatian yaitu suku bunga kredit yang masih dipandang cukup tinggi," beber Agung.
Agung juga menyinggung divestasi anak usaha BI menjelang akhir Agustus 2009. Menurutnya, sesegera mungkin divestasi harus segera dilakukan.
"Berkenaan dengan Undang-undang terkait divestasi sejumlah perusahaan yang harus diakhiri bulan Agustus 2009. Pertemuan memandang perlu segera dilakukan," kata Agung.
Selain itu, Agung juga menyampaikan perlunya pergantian anggota supervisi BI yang sudah habis masa kerjanya.
"Mengoptimalkan sebuah badan yang menjamin check and balance, ada wakil DPR sebagai supervisi BI yang sudah habis masa berlakunya," imbuhnya.
Mengenai siapa calon gubernur BI yang baru, Agung mengaku tidak membahasnya. Sampai saat ini pemerintah belum memberikan surat resmi berisi nama-nama yang akan di fit proper test oleh DPR.
"Bukan soal siapa gubernur BI yang akan datang, karena saya belum menerima. Dalam waktu dekat semoga saya sudah menerima dalam akhir masa reses," tegasnya.
(van/qom)











































