Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan masih tingginya suku bunga simpanan (cost of fund ) khususnya deposito menjadi penyebab utamanya. "Cost of fund kita masih tinggi serta NIM (Net Interest Margin ) yang hanya 5,4%, disamping itu yield of assets juga rendah. Namun kita akan terus mengikuti perkembangan BI Rate dengan menurunkan suku bunga lagi ke depan," pungkasnya.
Agus mengatakan Bank Mandiri sampai saat ini telah menurunkan suku bunga kredit sebanyak 4 kali semenjak Januari 2009. "Terakhir pada tanggal 1 agustus 2009, jadi dari Januari 2009 tingkat bunga kredit kita sudah turun sekitar 50 bps sampai 150 bps," sambungnya.
Terkait revisi pertumbuhan kredit yang dilakukan Bank Indonesia menjadi 11-12%, Agus mengatakan Mandiri tidak akan menurunkan target pertumbuhan kredit. "Kita tetap optimis pertumbuhan kredit Mandiri sampai akhir tahun sebesar 16%," jelasnya.
Selain itu sesuai dengan rencana bisnis perseroan, Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan akan menjadi bank yang berperan dominan di regional Indonesia dengan fokus di beberapa segmen.
Direktur Utama Mandiri, Agus Martowardojo mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan akan melakukan tiga strategi utama.
"Mandiri lima tahun ke depan melakukan paling tidak tiga strategi utama, yakni yang pertama adalah dengan memperbaiki retail payment platform dengan mengembangkan dana murah," ujarnya.
Yang kedua, lanjut Agus strateginya dengan mengoptimalisasi platform wholesale banking mandiri.Β "Yakni akan lebih difokuskan pada wholesale transaction banking ," tuturnya.
Untuk strategi yang ketiga, Agus mengatakan Mandiri akan memberikan fokus pada upaya peningkatan return relationship nasabah. "Hal ini dilakukan dengan harapan Mandiri sebagai satu-satunya bank yang diperhitungkan di regional dan setidaknya yang diandalkan mewakili Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, segmen-segmen yang nantinya akan menjadi dominan yakni segmen wholesale banking yang terdiri dari corporate banking , komersil serta treasury dengan masing-masing porsinya akan mencapai 20% pangsa pasar di Indonesia.
(dru/qom)











































