nasabahnya bertransaksi menggunakan fasilitas transaksi melalui internet alias
online banking.
"Benchmark pengguna online banking di Indonesia sekitar 10%. Kami yakin bisa
lebih dari itu," ujar Executive Vice President Bank Danamon, Wicahyo Ratomo dalam acara di Menara Danamon, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Wicahyo tidak menyebutkan jumlah nasabah Danamon saat ini. Namun ia menyebutkan
jumlah nasabah ritel perseroan saat ini kurang lebih sebanyak 1 juta nasabah.
Bank Danamon belum lama meluncurkan fasilitas online banking . Perseroan termasuk bank besar terakhir yang meluncurkan fasilitas ini.
"Ada positif dan negatifnya. Positifnya, kita jadi tahu kekurangan-kekurangan
fasilitas online banking dari pengalaman teman-teman bank lainnya. Negatifnya,
tentu kami harus bergerak cepat untuk mengejar bank-bank lain yang sudah punya
fasilitas ini. Tapi kami optimis bisa," ujarnya.
Menurut Wicahyo, saat ini sudah sekitar 30% nasabah online banking perseroan
yang aktif bertransaksi dengan fasilitas ini.
"Jadi dari 100% nasabah yang register di online banking kita, sudah lebih dari
30% yang aktif menggunakannya untuk transaksi. Sisanya masih terbatas melakukan
pengecekan saldo, bukan transaksi," ujarnya.
Online banking Danamon juga memiliki fasilitas baru yang tidak dimiliki oleh online
banking di bank lain, yaitu Short Message Service (SMS) Token . Umumnya, untuk
bertransaksi menggunakan online banking, nasabah harus merogoh kocek lebih untuk
membeli Token .
Token adalah alat yang berfungsi memberikan password yang akan dimasukkan ke
dalam online banking . Tanpa password yang diberikan dari Token , transaksi tidak
dapat dilakukan.
"Nah, kita yang pertama meluncurkan SMS Token. Jadi nasabah tidak perlu membeli
Token . Cukup register di ATM kita, nanti setiap transaksi melalui online banking
kita, nasabah akan dikirimkan password melalui layanan SMS. Tapi kita juga
menyediakan alat Token bagi nasabah yang memilih demikian," jelasnya.
(dro/dnl)










































