Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BRI, Sofyan Basir usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah kabupaten Pekalongan di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (20/08/2009).
"Kinerja semester I 2009 sangat baik, laba tumbuh cukup bagus dan didukung lending kredit yang juga tumbuh bagus. Nanti akhir bulan Agustus 2009 akan kita paparkan kinerja semester I," papar Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Sofyan mengatakan, fokus bisnis BRI di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan kredit perseroan.
"Hampir 80 persen kita fokus di UMKM dan sektor tersebut paling kebal terhadap krisis," jelasnya.
Dikatakan Sofyan, BRI tidak terpengaruh terhadap krisis global yang terjadi kemarin, hal ini ditandai dengan tumbuhnya kinerja BRI semester I yang baik.
"Dan rencana kita untuk ekspansi non organik dengan mengakusisi salah satu bank di Indonesia tetap akan diwujudkan, insya Allah, tinggal tunggu saja," katanya.
Untuk mendukung pertumbuhan kreditnya, perseroan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk intermediasi UMKM.
"BRI akan sinergi intermediasi dengan Pemkab Pekalongan dalam menyalurkan kreditnya," tutur Sofyan.
Ia menjelaskan, sampai dengan bulan Juni 2009, total dana nasabah Pekalongan mencapai Rp 200 miliar lebih dan BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 500 miliar khusus untuk kabupaten tersebut.
Perusahaan plat merah tersebut akan menyalurkan tiga skim kredit, yaitu kredit ketahanan pangan dan energi dengan plafon kredit sampai Rp 50 juta, Kredit Usaha Rakyat dengan plafon sampai Rp 500 juta dan Kredit Usaha Pedesaan (Kupedes) bagi usaha mikro.
(dru/ang)











































