BI: Sebaik Apapun Pengawasan, Fraud Tak Bisa Langsung Diketahui

BI: Sebaik Apapun Pengawasan, Fraud Tak Bisa Langsung Diketahui

- detikFinance
Senin, 31 Agu 2009 21:17 WIB
BI: Sebaik Apapun Pengawasan, Fraud Tak Bisa Langsung Diketahui
Jakarta - Bank Indonesia (BI) dituding lemah mengawasi Bank Century sehingga harus diselamatkan dengan dana bailout hingga Rp 6,7 triliun. Namun menurut BI, sebaik apapun pengawasannya, fraud atau manipulasi tak bisa langsung diketahui.

"Sebagus apapun pengawasannya, fraud tidak bisa langsung diketahui," ujar Deputi Direktur Pengawasan BI, Heru Kristyana, seusai diskusi mengenai Bank Century di Gedung Bank Indonesia, Senin (31/08/2009).

Dikatakan Heru, hal tersebut semakin tidak terpantau BI jika oknum tersebut merupakan pemilik dari sebuah bank yang juga bekerja sama dengan pegawainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru mengatakan tugas sesungguhnya BI yakni melakukan pengawasan administratif (off site) maupun langsung mengecek ke bank (on site).

"Frekuensi pengecekan tersebut tergantung pada kondisi bank. Semakin buruk keadaan bank tersebut, semakin sering suatu bank diperiksa oleh bank sentral," jelasnya.

Terkait masalah Bank Century, kata Heru, memang terjadi fraud, dan BI baru bisa
menemukan hal tersebut setelah diputuskan bank Century sebagai bank gagal.

"Sebagai regulator BI diberi wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban secara utuh
untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap bank dengan menempuh upaya-upaya baik yang bersifat preventif dan represif," pungkasnya.

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla menuding BI masalah yang membelit Bank Century bukan lah masalah krisis melainkan masalah kriminal, perampokan. Kasus Bank Century ini juga sekaligus menjadi bukti lemahnya pengawasan Bank Indonesia.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads