Hal ini disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah kepada detikFinance , Jumat (11/9/2009).
"Di Asia, rata-rata nominal modal bank di Indonesia paling kecil. Oleh karena itu peningkatan kualitas dan kuantitas tetap harus menjadi prioritas di Indonesia jika peran perbankan dalam pembangunan ingin ditingkatkan," ujarnya.
Halim mengatakan, peningkatan modal perbankan secara kuantitas maupun kualitas menjadi konsesus pada pertemuan negara-negara G20 yang dilakukan di London pekan lalu.
G20 menekankan perbankan jangan terlalu bergantung kepada modal yang berasal dari utang seperti subdebt atau hybrid capital .
"Untuk kualitas, G20 menekankan pentingnya kecukupan modal yang didasarkan kepada modal saham biasa (common stock)," ujar Halim.
Modal dari saham biasa merupakan sumber dana jangka panjang yang lebih pasti dan lebih murah daripada melalui utang.
"Di Indonesia, modal-modal bank kebanyakan masih didominasi oleh saham biasa sehingga secara kualitas sudah cukup baik. Namun pada beberapa bank, terutama bank-bank kecil, secara kuantitas mungkin masih kurang mencukupi," tutupnya.
(dnl/qom)











































