Obama Ingatkan Perilaku Ugal-ugalan di Wall Street

Obama Ingatkan Perilaku Ugal-ugalan di Wall Street

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 06:20 WIB
 Obama Ingatkan Perilaku Ugal-ugalan di Wall Street
New York - Presiden Barack Obama mengingatkan Wall Street untuk tidak lagi kembali ke perilaku ugal-ugalan dan berlebihan, yang dinilainya sebagai biang keladi krisis. Obama juga mengingatkan agar institusi finansial belajar dari kebangkrutan Lehman Brothers.

Peringatan tersebut disampaikan Obama dalam pidatonya di Federal Hall, Manhattan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/9/2009).

Pidato Obama ini disampaikan tepat setahun setelah bangkrutnya raksasa finansial Lehman Brothers. Lehman yang merupakan bank investasi terbesar keempat AS itu akhirnya mendaftarkan kebangkrutan pada 15 September 2008, sehingga mengakibatkan tsunami krisis finansial global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan setahun setelah bangkrutnya Lehman Brothers, Obama mengingatkan industri finansial agar tidak salah membaca pelajaran dari krisis.

"Mereka melakukannya tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi negara kita," tegas Obama.

"Jadi saya ingin mereka mendengar kata saya: Kita tidak akan kembali ke hari dimana perilaku uhal-ugalan dan berlebihan yang menjadi jantung krisis ini, dimana terlalu banyak yang termotivasi hanya untuk keinginan membunuh dengan cepat dan mengeruk bonus," tambah Obama.

Ia juga mengingatkan bahwa krisis kali ini merupakan kegagalan kolektif dari Washington, Wall Street dan seluruh Amerika. Menurutnya, Washington telah gagal membuat peraturan yang sepatutnya bagi industri finansial, ditambah dengan kredit sektor perumahan yang ugal-ugalan, maka hal itulah yang selanjutnya memicu krisis.

"Ini adalah kegagalan kolektif dari tanggung jawab Washington, Wall Street dan seluruh Amerika yang membuat sistem finansial kita nyaris kolaps setahun lalu," tegas Obama.

Obama juga mengingatkan G20 untuk melakukan reformasi kebijakan finansialnya. Reformasi finansial ini akan menjadi isu utama dalam pertemuan G20 di Pittsburg pekan depan.

"Karena AS secara agresif mereformasi sistem peraturan, maka kami akan bekerja untuk menjamin negara-negara lain melakukan hal yang sama," pungkas Obama.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads