Dana Budi Sampoerna US$ 18 Juta Dicuri untuk Tutupi Penggelapan di Century

Dana Budi Sampoerna US$ 18 Juta Dicuri untuk Tutupi Penggelapan di Century

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 15:16 WIB
Dana Budi Sampoerna US$ 18 Juta Dicuri untuk Tutupi Penggelapan di Century
Jakarta - Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular diam-diam mendebet dana milik Budi Sampoerna senilai US$ 18 juta untuk menutupi penggelapan dana yang dilakukan kakaknya, Dewi Tantular. Penggelapan valas sudah dilakukan Dewi Tantular sejak Januari-Oktober 2008.

Hal tersebut disampaikan Kebareskrim Mabes Polri Komjen pol Susno Duadji di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa, (15/9/2009).

Dijelaskannya, kasus Bank Century dalam perjalanannya berkembang menjadi beberapa kasus baru, di antaranya adalah L/C fiktif. Kemudian ada juga kasus pendebetan deposito valas senilai US$ 18 juta milik Budi Sampoerna di Bank Century.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendebetan dana tersebut, tutur Susno, dimulai dengan pencairan dana deposito milik Budi Sampoerna yang disimpan di Bank Century Cabang Surabaya dan dipindahkan ke Bank Century Pusat untuk dipisah menjadi sertifikat deposito masing-masing senilai Rp 2 miliar.

Namun setelah dana tersebut dipindahbukukan, ternyata Robert Tantular memerintahkan Kepala Kasir Valas Bank Century Tan I Tung untuk mendebet dana sebesar US$ 18 juta untuk dimasukkan ke dalam pembukuan valas Bank Century. Ini dilakukan dalam upaya untuk menutupi penggelapan valas yang dilakukan oleh Kepala Divisi Note Bank Century Dewi Tantular (kakak Robert Tantular) semenjak Januari-Oktober 2008 tanpa seizin pemilik.

"Robert memerintahkan  Tan I Tung, kepala kasir Century untuk mendebet US$ 18 juta ke dalam pembukuan valas Bank Century dalam upaya untuk menutupi penggelapan valas yang dilakukan sejak Januari-Oktober 2008 oleh tersangkat Dewi Tantular, kepala divisi notes Bank Century tanpa seizin pemiliknya," urainya.

Saat ini Dewi sedang berada dalam pengejaran kepolisian dan namanya sudah masuk ke dalam daftar pengejaran interpol bersama dua pemilik asing Bank Century.

Dalam kesempatan tersebut, Susno mengakui dirinya sering bertemu dengan pengacara Budi Sampoerna Lukas, namun Susno tidak mengatakan pertemuan tersebut terkait pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century.

"Saya sering bertemu Lukas karena dia sebagai pengacara resmi ada beberapa kasus yang dia tangani. Apabila ada gambar Lukas dengan saya? maybe yes maybe no . Karena saya punya satu skenario yang tahu hanya saya, mari kita buat satu permainan. I think it's enough information for you ," tuturnya

Susno membantah persoalan kabar yang mengatakan dirinya pernah bertemu dengan Lukas di Hong Kong terkait pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century.

"Saya sendiri ke Hong Kong sekali waktu melacak duit ini (Bank Century)," jelasnya.

(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads