Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
"Ini kan mau lebaran banyak nasabah yang butuh uang cash. DPK (Dana Pihak Ketiga) Bank Century pernah turun tapi sekarang sudah naik lagi. Bisa saja seminggu agak turun, itu hal yang biasa," kilahnya.
Firdaus mengatakan pemberitaan yang marak akan Century akhir-akhir ini tidak akan menimbulkan penarikan dana nasabah besar-besaran. "Bank Century itu sekarang sehat, artinya GWM-nya sudah di atas 5 persen, secondary reserve -nya dalam bentuk SUN dan SBIi masih ada Rp 2,5 triliun," ujarnya.
Dia mengakui pemberitaan yang berkembang belakangan akhir-akhir ini hanya berpengaruh sedikit saja. "Itu biasa namanya nasabah menaruh uang banknya ditulis macam-macam ada perasaan khawatir juga dong," imbuhnya.
Penurunan dana nasabah Bank Century sebesar Rp 431 miliar ini dikatakan Firdaus terjadi pada bulan Agustus lalu, namun menurut Firdaus penurunannya masih wajar karena total dana nasabah Century saat ini sebesar Rp 6 triliun.Namun demikian, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Rochadi kemarin mengatakan bahwa penyusutan tajam DPK Bank Century terutama disebabkan oleh maraknya kembali pemberitaan kasus seputar Bank Century, termasuk masalah bailout Rp 6,7 triliun yang pengucurannya tidak diketahui dan belum mendapat persetujuan dari DPR. (dnl/dro)











































