Kisah Gagal Bayar Bakrie Life

Kisah Gagal Bayar Bakrie Life

- detikFinance
Jumat, 25 Sep 2009 08:35 WIB
Kisah Gagal Bayar Bakrie Life
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) hingga saat ini belum bisa membayar dana nasabahnya yang nilainya diduga mencapai Rp 400 miliar.

Menurut salah seorang nasabah, dana yang cukup besar tersebut merupakan nilai total tanggungan dari produk yang dijual Bakrie Life dengan nama Diamond Investa.

"Nama Produk yang dijual oleh Bakrie Life adalah Diamond Investa," ujar seorang nasabah yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis malam (24/09/2009).

Ia mengatakan, produk tersebut adalah jenis produk asuransi dengan investasi. "Jadi selain investasi dana, nasabah juga memperoleh perlindungan asuransi jiwa. Saya sendiri memasukkan dana saya Juli 2008 dan pada Oktober 2008 ketika jatuh tempo manajemen tidak dapat mencairkan dana principal -nya," papar dia.

Nasabah asal Jakarta tersebut menambahkan Bakrie Life beralasan tidak mempunyai uang untuk mengembalikan dana nasabah. Investasi yang tadinya berjangka 3 bulan dijadikan 1 bulan menyusul gagal bayar ini.

"Walaupun bunga masih terus dibayarkan sementara kami sebagai nasabah menunggu kapan bisa dicairkannya dana principal nasabah. Namun semenjak 21 Juli 2009, bunga tidak lagi dibayarkan, karena mereka sudah tidak mempunyai uang lagi," jelasnya.

"Itupun harus saya dan para nasabah yang mengejar dan menanyakan tentang masalah ini, jadi tidak ada itikad dari mereka untuk menginformasikan hal ini kepada nasabah secara langsung, bayangkan bila ada nasabah yang cuek-cuek saja dan tidak tahu ada kejadian ini, pasti dananya semakin tidak jelas," tambahnya dengan tegas.

Ia mengungkapkan jika pertemuan yang telah berlangsung 2 minggu lalu antara manajemen dengan nasabah tetap tidak menghasilkan solusi karena ternyata Bakrie Life hanya ingin mempertemukan nasabah ke investor.

"Yang tidak jelas investor apa dan memang tidak punya background asuransi. Dan Bakrie Life melempar permasalahan ini ke investor untuk menyelesaikan, sehingga akhirnya investor memberikan penawaran untuk menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.

Menurut paparan nasabah tersebut, hasil pertemuan tersebut menghasilkan penawaran-penawaran yaitu :
  • Nasabah yang memiliki dana Rp 0 - Rp 200 juta, dibayarkan semua bulan November 2009. Namun tidak mendapatkan bunga yang tertunda sejak Juli 2009 (4 bulan bunga hilang).
  • Nasabah yang memiliki dana lebih besar dari Rp 200 juta akan dicicil 1% per bulan sampai dananya lunas dan tetap mendapatkan bunga, namun bunganya baru akan dibayarkan ketika dana lunas, jadi di akhir pelunasan.
Dikatakannya, penawaran tersebut adalah dari investor, bukan dari BL. Hal ini mesti jelas dikarenakan yang dikira adalah BL yang menawarkan ini, padahal tidak.

"Bakrie Life sampai sekarang belum mempunyai skema atau skenario untuk menyelesaikan hal ini," tuturnya.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads