Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua perusahaan dilakukan di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/9/2009). Penandatanganan itu diwakili oleh masing-masing pihak, Direktur Korporasi BNI Krishna suparto bersama Dirut PT Geo Dipa Energi Praktimia Hiamiawan.
Nilai projek PLTPB ini bernilai maksimal US$ 103 juta, nilai ini terdiri atas kredit investasi US$ 91 juta dan kredit bunga masa konstruksi sebesar US$11,5 juta. Kredit investasi ini berjangka waktu 11 tahun sejak MoU, termasuk masa tenggang selama 36 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pembangunan proyek Patuha ini diharapkan dapat beroperasi di awal 2012. Pebangkit itu akan menghasilkan 410 juta kwh per tahun, dengan asumsi pemakaian listrik tiap kepala keluarga sebesar 900 w/kepala, maka Patuha akan memasok 60.000 kepala keluarga.
Teknologi panas bumi sudah terbukti dapat menghemat energi minyak bumi sebesar 130 juta liter per tahun atau setara dengan 800.000 barel per tahun.
"Listrik panas bumi merupakan industri strategis, maka dari itu BNI mendukung penuh pembangunan PLTPB ini,"ujar Krishna.
(ang/ang)











































