Ketua Tim IT Mandiri Wilayah Sumatera Barat Aryo Tejo mengatakan, 2 kantor cabang Bank Mandiri yang rusak parah yakni Kantor Cabang Imam Bonjol dan Bagindo.
Ia menambahkan, ada juga tiga kantor cabang operasional yang mengalami pemadaman listrik akibat gempa. "Jadi sisanya 9 kantor normal," tuturnya dalam siaran persnya, Kamis (1/10/2009).
Akibat bencana gempa yang terjadi di Sumatera Barat, beberapa outlet BNI juga mengalami kerusakan parah atau roboh sehingga tidak dapat dioperasionalkan. Beberapa outlet BNI yang mengalami kerusakan parah dan roboh adalah BNI Ahmad Yani, BNI Teluk Bayur, BNI Universitas Negeri Padang, dan BNI Padang Panjang.
Outlet-outlet ini tidak dapat dioperasikan, namun uang tunai dalam brangkas telah dievakuasi ke kantor yang beroperasi. Kantor cabang atau outlet lainnya juga mengalami kerusakan, namun berisifat minor sehingga operasional cabang dapat dijalankan.
Selain kantor cabang dan outlet, beberapa mesin ATM milik 2 bank BUMN ini juga belum bisa beroperasi penuh pasca gempa yang terjadi. Untuk Bank Mandiri, dari 35 ATM di seluruh kota Padang, yang beroperasi hanya 5 ATM, sisanya belum karena padam.
Sementara itu, lanjut Aryo, Gempa yang melanda Bengkulu setelah kota Padang tepatnya di Jambi tidak ada yang rusak.
"Kita terus berusaha bekerja secara optimal untuk tetap memberikan pelayanan di kota-kota tersebut. Para nasabah dapat dengan normal bertransaksi di kantor cabang yang tetap buka," tandasnya.
Untuk BNI, dari 132 ATM BNI di kota Padang dan sekitarnya, 56 mesin ATM tidak dapat dioperasikan, sedang yang lainnya tetap beroperasi biasa.
(dnl/qom)











































