Menurut Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Masassya, target tersebut merupakan hasil revisi target awal tahun sebesar Rp 72,7 triliun. Revisi dilakukan setelah melihat realisasi di bulan Agustus tersebut.
Selain itu, perseroan juga berani memasang target lebih tinggi atas perkiraan kondisi makro ekonomi yang stabil dan investasi yang juga berpotensi lebih di 3 bulan kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 3 bulan terakhir di tahun 2009 ini, perusahaan plat merah itu akan merubah komposisi dana investasi mereka. Hal ini terkait dengan rendahnya yield (imbal hasil) Obligasi di tahun ini dan turunnya suku bunga deposito dalam beberapa bulan terakhir.
"Dalam 3 bulan ini akan ada adjusment pada portofolio yang kami miliki. Untuk sementara kita akan masuk ke portofolio saham, dan pada tahun depan kita baru akan masuk lagi ke obligasi," tambah Elvyn.
Proporsi portofolio yang ditetapkan Jamsostek di awal tahun 2009 masih didominasi oleh obligasi. Obligasi mengambil porsi 50% dari seluruh jenis investasi. Selanjutnya disusul deposito 30%, saham15%, dan terakhir penyertaan dan properti mengambil jatah 5%.
(ang/ang)











































