Bank Mutiara Janji Kembalikan Dana Bailout Rp 6,7 Triliun

Bank Mutiara Janji Kembalikan Dana Bailout Rp 6,7 Triliun

- detikFinance
Minggu, 04 Okt 2009 12:22 WIB
Bank Mutiara Janji Kembalikan Dana Bailout Rp 6,7 Triliun
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) Maryono memasang sikap optimis dapat mempertanggungjawabkan dana bailout sebesar Rp 6,7 triliun.

"Pemerintah sudah setor dana sebesar 6,7 triliun. Jadi, bentuk pertanggungjawabkan adalah mengembalikan dana pemerintah ini kembali atau kalau perlu sampai menguntungkan bank ini," ujar Maryono usai peresmian pergantian nama Bank Century menjadi Bank Mutiara dan peluncuran logo Bank Mutiara di Hotel Kempinsky Indonesia, Jakarta, Sabtu (3/10/2009) malam.

Untuk itu, pihak Bank Mutiara akan melakukan perubahan menyeluruh untuk mengoptimalkan bussines plan dengan perubahan nama, memperbaiki proses pengkreditan, mengembangkan operasi termasuk IT, menggunakan suatu policy, serta membuat produk-produk yang menguntungkan.

"Oleh karena itu, kita melakukan perubahan secara menyeluruh. Yang antara lain salah satunya kita melakukan rebranding pada malam ini. Pergantian nama tersebut salah satu dari bisnis plan kami. Jadi, menyelesaikan masalah itu dengan mengoptimalkan bisnis plan kami. Yaitu melakukan perubahan-perubahan secara menyeluruh," papar Maryono.

Program awal yang akan dilakukan pihak Bank Mutiara adalah menghilangkan trauma masyarakat terhadap pemberitaan kasus Bank Century yang masih dalam proses.

"Kita harus meningkatkan citra. Menunujukkan suatu kinerja bahwa kita melakukan suatu perubahan yang terbaik. Secara totally. Kita harus tunjukkan itu," jelas Maryono.

Sementara itu, Maryono membantah kabar yang mengatakan kalau sejumlah karyawan Bank Century (Mutiara) hengkang dan tidak mau bekerja di Bank Mutiara. Menurutnya, menurunnya jumlah karyawan memang disebabkan adanya pengurangan karyawan akibat menyusutnya aset perseroan menjadi Rp 7 triliun. Tahun lalu, aset Century (Mutiara) sebesar Rp 15 triliun.

“Semuanya loyal dan ikut dengan kita, kalau ada yang keluar, tidak pengaruh dari kasus bank Century, mungkin karena dia sakit, karena tidak sesuai dengan situasi baru, dia tidak bisa mengikuti, tapi itu jumlahnya tidak banyak. Dulu kan asetnya 15 triliun, saat ini kan tinggal 7 triliun. Otomatis pegawai ini harus kita kurangi, jadi kalau ada pegawai yang keluar itu tidak apa-apa. Kita juga sudah melakukan recruitment terhadap yang baru-baru ini,” ujar Maryono. (dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads