"Pemantauan terus berlangsung, suku bunga deposito saat ini rata-rata telah berada di posisi 6,9 persen," ujar Deputi Gubernur BI, Budi Mulya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (05/09/2009).
Budi Mulya mengatakan, penurunan suku bunga deposito ini akan membuat tingkat suku bunga kredit akan turun secara gradual.
"Suku bunga kredit, akan turun tajam. Namun margin (NIM) masih cukup besar, atau selisih antara suku bunga kredit dengan suku bunga kredit dasar masih di posisi 5 persen sampai 6 persen," tuturnya.
Hal ini, menurut Budi Mulya masih terlalu besar. "Kita berharap NIM bisa mencapai 3 persen sampai 4 persen saja," tegasnya.
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D.Hadad mengatakan pertumbuhan kredit selama bulan Agustus 2009 tumbuh Rp 25,9 triliun.
"Secara year to date pertumbuhannya masih kecil. Namun kita memperkirakan momentum pertumbuhan masih akan terjaga, walau target 15 persen agak berat tercapai karena secara year on year sampai akhir Agustus sebesar 10,53 persen," jelasnya.
Muliaman menambahkan, dalam tiga bulan terkhir ini diharapkan akan terjadi lonjakan pertumbuhan kredit.
"Dengan modal perbankan yang ada masih besar, potensi pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 25 persen," tutur Muliaman.
(dru/dnl)
