Deputi Gubernur Bank Indonesia, S Budi Rochadi mengatakan, BI menyambut baik penggantian nama tersebut.
"Ganti nama Century itu baik, karena banyak kisah sedih dibalik nama Century. Launching-nya saja dipenuhi nasabah dan kita optimis akan melihat perkembangan bank Mutiara," ujar Budi Rochadi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (05/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modal Bank Century awalnya minus karena US$ 203 juta surat berharga tak berperingkat dan kredit tidak lancar yang nilainya kurang lebih US$ 220 juta.
Masalah tersebut ternyata didalangi oleh Robert Tantular pada akhir tahun 2007 dan 2008 yang menjual L/C dan memberikan kredit fiktif.
Namun Budi Rochadi menegaskan bahwa permasalahan lama yang ada di Bank Century masih akan tetap diusut sampai kapan pun. "Siapa yang salah tetap akan diusut, sekarang ini kita masih mencoba mengejar harta yang dipunyai oleh bank itu," ujar Budi Rochadi.
Ditempat terpisah, Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono mengatakan pembaruan tersebut tidak hanya berupa penggantian nama namun mencakup berbagai aspek.
"Yakni aspek identitas korporasi, strategi komunikasi, arahan dan pelaksanaan bisnis, budaya perusahaan, corporate personality, karakter bisnis, pendekatan pasar dan nasabah, pengembangan strtegis, sistem, business channel, solusi korporasi dan bisnis, produk kompetitif dan relationship," papar Maryono dalam konferensi pers Bank Mutiara di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (05/09/2009).
Maryono menambahkan, hal ini merupakan bagian dari bussines plan Bank Century ketika diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Rebranding ini juga didasarkan atas hasil survey dan focus group discussion terhadap publik dan nasabah," tuturnya.
Lebih lanjut Maryono mengatakan, Bank Mutiara nantinya akan fokus kepada empat segmentasi bisnis. "Yaitu treasury dan goverment funding, bergerak kepada segmen small and medium enterprises dan akan menjadi transaction bank," jelas Maryono.
Maryono pun menegaskan, dirinya akan terus mencari dana Century yang masih tersangkut diluar negeri.
"Penyimpangan oleh manajemen yang lalu terus akan ditindaklanjuti. Melalui BPK pun kita masih terus bekerjasama untuk memberikan data-data yang diperlukan," jelasnya.
(dru/dro)











































