Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi ketika ditemui di sebuah diskusi di Hotel Ibis Thamrin, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
"Tantular dan Rafat jangan dianggap pahlawan, mereka itu maling. Jangan dikutip apa kata mereka karena dia orang yang salah dan berusaha membela diri. BI panggil Rafat dan Tantular untuk berjanji misalnya harus jual surat berharga, dia oke tapi tidak dilaksanakan," tandasnya.
Budi Rochadi dalam kesempatan itu memang sangat mengecam kedua mantan pemilik bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu. Menurutnya, Robert Tantular dan Rafat Ali hanya pandai berbicara dan berkilah.
"Dulu dia juga pernah ngomong mau cari investor baru, bibirnya tipislah. Berulang kali dia tidak menepati janjinya," jelasnya.
Saat ditanya mengenai rencana Rafat membeli kembali Bank Mutiara, Budi hanya menjawab. "Ya Silahkan saja," ucapnya singkat.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga kembali menegaskan, BI mendukung upaya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melacak dan mebeberkan aliran dana bailout Bank Century (kini bank Mutiara) yang mencapai sebesar Rp 6,7 triliun.
"Saya mendukung upaya BPK dalam melakukan audit yang diharapkan bisa melacak seluruh aliran dana, kalau itu dilakukan maka akan terlihat semua," tutur Budi.
Budi mengaskan audit dana aliran bailout jika dibeberkan akan semakin baik termasuk dana para deposan-deposan besar.
"Ya terserah BPK (audit dana deposan), nanti kalau semakin detail akan lebih bagus untuk kita, hal ini untuk menangkal kecurigaan-kecurigaan selama ini," jelasnya.
Namun, lanjut Budi, jika dana deposan sifatnya rahasia namun semua memang terserah BPK nanti. "Intinya semaklin detil akan semakin baik," ungkapnya.
Budi juga mengatakan sebagai pejabat BI, Ia menegaskan bahwa bagaimanapun dirinya akan siap untuk menjelaskan segala masalah Bank Century.
Dalam diskusi tersebut, Budi merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengawasan perbankan tidak gentar menanggapi pertanyaan-pertanyaan para pengamat.
Hadir juga dalam diskusi tersebut, Hendry Saparini dan Ichsanoodin Noorsy sebagai pengamat, Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono dan beberapa pengamat lain.
Menutup diskusi tersebut Budi Rochadi menegaskan bahwa dirinya siap untuk diajak berdiskusi tentang kasus Bank Century tersebut. "Saya siap, kalau takut ngapain saya datang ke sini,"pungkasnya. (dnl/qom)











































