"Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk menambah dana tunai yang diperlukan bagi kegiatan operasional Bank Resona Perdania selama setahun kedepan," ujar Presiden Direktur Bank Resona Perdania, Akihiro Miyamoto dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) persetujuan pinjaman di Gedung Standard Chartered, Jakarta, Senin (19/10/2009).
Ia mengatakan, Bank Resona Perdania menargetkan pertumbuhan kreditnya hampir sama dengan tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut Akihiro, pada tahun 2010 nanti outstanding kredit Bank Resona Perdania akan ditargetkan mencapai Rp 6,5 triliun.
"Sampai dengan September 2009, outstanding kredit kita sudah mencapai Rp 5,8 triliun atau sudah mencapai target. Dan tahun depan nanti kita akan fokuskan pemberian kredit kepada perusahaan yang bergerak di SME (Small and Medium Enterprises)," tegasnya.
Ditempat yang sama CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Simon Morris mengatakan perusahaan akan terus menyalurkan kredit sebesar-besarnya untuk mendukung perekonomian di Indonesia.
"Kita terus mendukung perekonomian dengan terus menyalurkan kredit termasuk para klien korporasi seperti Bank Resona Perdania," jelasnya.
(dru/dro)











































