"Kita sebagai anggota WTO karena itu kita harus hati-hati, karena ada komitmen yang sudah dibuat multilateral dan unilateral yang harus kita hormati. Pada Cina saya sudah ketemu OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di sana, karena di Indonesia kehadiran bank-bank Cina terus meningkat. Dan banyak bank di Indonesia ingin buka cabang di Cina," tutur Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
Karena itu untuk mengatur mengenai pengawasan aktivitas bank asing di Indonesia, BI akan melakukan pendekatan-pendekatan komunikasi dengan beberapa negara tetangga untuk pengawasan bersama.
"Pertama saya adakan dengan Singapura yang rencananya akan berlangsung di Jakarta. Agar komunikasi bisa intens dan kita bisa angkat berbagai topik. Begitu juga dengan Malaysia, kita diikutsertakan dalam supervisiory college adalah kesepakatan di bawah G20 bahwa masing-masing otoritas bisa memeriksa bersama," ujarnya.
Jadi dalam pengawasan bank-bank asing, BI akan menempuh jalan lewat kerjasama bilateral maupun melalui G20 atau pengawasan lintas batas. (dnl/qom)











































