Menurut Direktur Bisnis dan Kelembagaan BRI Asmawi Syam, total komitmen atau plafon kredit yang diberikan perseroan kepada perusahaan negara saat ini mencapai Rp 40 triliun.
"Sampai Oktober (kucuran kredit ke BUMN) Rp 22 triliun, kalau plafonnya Rp 40 triliun," katanya usai rakor gula di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/11/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debitur terbesar kita masih di sektor migas dan pertambangan," tambahnya.
Hingga akhir 2008 lalu, kucuran kredit BUMN sudah mencapai Rp 16,5 triliun dengan NPL sebesar 0 persen. Jumlah ini masih di bawah plafon yang disediakan sebanyak Rp 22 triliun pada tahun lalu.
Tahun depan, bank publik itu berencana fokus mengucurkan kredit di sektor minyak dan gas, pertambangan, infrastruktur, telekomunikasi dan perkebunan, khususnya gula.
(ang/dru)