Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden Direktur CII Swandi Kendy usai peluncuran CIC di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
"Tahun 2008 lalu premi kotor kita sekitar Rp 820 miliar. Tahun ini mungkin masih sama, tapi mudah-mudahan bisa tumbuh single digit," katanya.
Hingga akhir tahun 2008 lalu, perseroan sudah membukukan laba sekitar Rp 26-30 miliar. Ia mengharapkan perolehan laba tahun ini juga tidak jauh berbeda. Jumlah premi yang didapat CII hingga September 2009 telah mencapai Rp 720 miliar.
Ia mengatakan, selain porsi asuransi umum di dalam negeri yang masih terbatas, saat ini masih banyak perusahaan asuransi yang perang harga dalam menarik konsumennya.
"Kebijakan kita kalau sudah sampai harga yang tidak wajar, mendingan enggak ikut sekalian," ujarnya.
Saat ini, perseroan masih akan fokus mengembangkan diri dengan identitas barunya, namun menurut Swandi, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan asuransi lain.
"Kita tidak menutup diri ke akuisisi, tapi tidak fokus ke sana juga. Kalau memang ada, harus sama persepsi atau punya jaringan yang menguntungkan," jelasnya.
Komposisi premi antara asuransi korporasi dan retail perseroan saat ini hampir seimbang, sebanyak 60 persen korporasi dan 40 persen retail. Ke depan, perseroan akan lebih meningkatkan porsi asuransi ritel.
(ang/dnl)











































