Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong oleh kenaikan fee based income perseroan sebesar 24%, serta kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 16%.
"Fundamental keuangan BNI tetap terjaga dengan baik, dengan tingkat pencadangan menjadi 110%, dan operasional perusahaan yang semakin efisien," ujar Gatot saat jumpa pers paparan kinerja BNI di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Sampai September 2009 BNI mencatat peningkatan pendapatan bunga bersih 16% dari Rp 7,16 triliun menjadi Rp 8,31 triliun pada posisi yang sama di 2008. Kenaikan ini diikuti kenaikan fee based income 24% dari Rp 2,54 triliun pada 9 bulan pertama di 2008 menjadi Rp 3,15 triliun pada 9 bulan pertama di 2009.
Laba sebelum pencadangan BNI juga tercatat naik 31% dari Rp 4,46 triliun menjadi Rp 5,83 triliun. Sampai dengan September 2009, jumlah pencadangan BNI bertambah 7% dari Rp 3,26 triliun pada 9 bulan pertama di 2008, menjadi Rp 3,48 triliun pada periode yang sama tahun ini.
Rasio kecukupan modal (CAR) BNI naik dari 13,9% menjadi 14,6%. Kucuran kredit juga tumbuh 15% sehingga outstanding kredit kredit BNI sampai September 2009 mencapai Rp 122,12 triliun dari Rp 106,42 triliun sampai September 2008.
Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI tercatat naik 14%. Sedangkan NPL gross turun tipis 0,1% dari 6,5% jadi 6,4%. NPL nett naik dari 1,1% menjadi 1,9%. (dnl/qom)











































