Didesak Mundur Karena Century, Sri Mulyani Hanya Tersenyum

Didesak Mundur Karena Century, Sri Mulyani Hanya Tersenyum

- detikFinance
Senin, 30 Nov 2009 21:13 WIB
Didesak Mundur Karena Century, Sri Mulyani Hanya Tersenyum
Jakarta - Akibat kasus bailout atau penyelamatan Bank Century muncul desakan dari berbagai pihak agar Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya sekarang.

Menanggapi hal ini, Sri Mulyani tidak takut, menurutnya semua keputusan penyelamatan Bank Century diambil berdasarkan koridor UU yang berlaku saat itu.

"Saya senyum saja. Itu kan soal Bank Century, kan begitu banyak yang tertarik dan bahkan menarik ke berbagai pihak. Katakanlah ada yang kemudian mengaitkan dengan kriminal perbankan yang dilakukan oleh pemiliknya manajemennya sebelumnya, atau ada aliran dana yang dispekulasikan oleh banyak orang. Cara terbaik sebetulnya hanya transparansi," tuturnya saat ditemui usai pertemuannya dengan media di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/11/2009).

Sri Mulyani mengatakan, selama ini dirinya dan Departemen Keuangan selalu menegakkan akuntabilitas, transparansi, dan good governance dalam setiap pengambilan keputusan. "Saya tidak sama sekali menghianati prinsip-prinsip tersebut. Kami akan coba akuntabilitas," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) terkait penyelamatan Bank Century, semua keputusan telah diambil berdasarkan aturan yang berlaku.

KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat itu dijabat Boediono sudah melakukan pengujian dan analisa berdasarkan informasi dan data yang ada.

"Jalannya rapat,Β  sesi pertama memverifikasi kelengkapan dari dokumen yang diajukan BI. Sesi kedua dengar pendapat dari seluruh pejabat. Kemudian rapat KSSK dan rapat komite koordinasi. Lalu diserahkan ke LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Itu semua ada tahapan yang dilakukan karena tuntutan UU-nya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menerangkan mengenai latar belakang situasi krisis ekonomi global yang mencekam sehingga diambil keputusan penyelamatan Bank Century agar tidak menumbulkan dampak sistemik.

"KSSK kan saya dengan Pak Boediono, sesudah mendengar semuanya, menilai, membuat pertimbangan, memikirkan cost dan benefit . Melihat apa keputusan ini bermanfaat pada sistem keuangan dan perbankan. Jadi fokus KSSK ya stabilitas sektor keuangan. Apakah sektor keuangan stabil? Saya kira tidak dan sedang genting," paparnya.

"Tapi malam pada saat rapat, fokus kami adalah sistem perbankan menghadapi situasi genting. Bank ini (Century) dan 23 bank dianggap memiliki potensi menghadapi suatu persoalan. Jadi kami harus cegah krisis," katanya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads