Buyback Obligasi Difokuskan yang Jatuh Tempo 2005-2010

Buyback Obligasi Difokuskan yang Jatuh Tempo 2005-2010

- detikFinance
Senin, 05 Apr 2004 11:21 WIB
Jakarta - Pemerintah dalam melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi akan fokus pada obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2005 hingga 2010. Pasalnya, pada tahun tersebut jumlah obligasi yang jatuh tempo sangat besar."Buyback adalah suatu program untuk mengurangi stok utang kita, sekaligus untuk menggeser profil jatuh waktunya, terutama yang jatuh waktunya paling berat yaitu 2005 hingga 2009. Bahkan 2010," kata Menkeu Boediono, usai mencoblos di TPS 20 Kelurahan Duren Tiga, Jl. Mampang Prapatan XX, Jakarta Selatan, Senin (5/4/2004).Menurut dia, selain melakukan buyback, pemerintah juga akan mengeluarkan obligasi baru, namun yang jatuh temponya agak diperlonggar. Ia sendiri memastikan pada tahun ini pemerintah masih akan melakukan buyback obligasi walaupun sebulan lalu pemerintah sudah melakukan buyback sekitar Rp 2,5 triliun.Boediono menyatakan, dari sisi dana, saat ini pemerintah masih memiliki peluang melakukan buyback obligasi, terutama yang berasal dari dana hasil setoran tunai Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang seharusnya dulu disetor dalam bentuk obligasi.Sayangnya, ia enggan menjelaskan kapan pasti buyback tahap kedua ini akan dilaksanakan dan berapa dana yang masih tersisa, sebab dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004, pemerintah hanya mengganggarkan buyback Rp 1 triliun.Pertemuan Menkeu se-ASEANPada kesempatan tersebut, Boediono juga menjelaskan, pada 6-7 April mendatang akan diselenggarakan pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) ASEAN di Singapura. "Jadi di Singapura sepuluh menteri keuangan ASEAN akan berkumpul. Agenda pembicaraannya antara lain meningkatkan kerjasama keuangan di ASEAN," jelasnya.Ketika ditanya apakah pertemuan itu juga akan membahas mengenai pasar obligasi Asia, dijelaskan mantan kepala Bappenas tersebut, terbuka kemungkinan hal itu akan dibahas. Namun masalah pasar obligasi Asia juga akan dibahas di forum yang lebih luas yakni ASEAN plus 3 yakni Cina, Korea dan Jepang. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads