Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam konferensi pers di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, sore ini (21/12/2009).
Target indikatif berdasarkan pengamatan kami bersama agen penjual, untuk sementara adalah Rp 3 triliun," ujar Rahmat.
Menurut Rahmat pemerintah masih membuka kemungkinkan adanya revisi terhadap target tersebut. Rahmat menjelaskan penerbitan sukuk ritel ini merupakan dari salah satu upaya pemerintah dalam penarikan utang sebesar Rp 233,6 triliun pada tahun 2010 yang salah satu instrumennya adalah Surat Berharga Negara yang diharapkan bisa memberikan kontribusi sebesar Rp 175,06 triliun.
Adapun struktur dari profil instrumen Sukuk Ritel II yang akan diterbitkan tahun depan adalah:
- Akad ijarah sale-lease back .
- Tenor 3 tahun.
- Nilai per unit Rp 1 juta, harga at par .
- Target individu, harus WNI.
- Minimun pemesanan Rp 5 juta kelipatan, tidak dibatasi asal memenuhi persyaratan.
- Kupon ditetapkan 21 Januari 2010.
- Imbalan fixed , dibayar setiap bulan.
"Ini bagian dari program penerbitan SBN (Surat Bergarga Negara) secara umum. Tahun depan pemerintah akan menerbitkan SBN sebesar Rp 175 triliun," tutupnya.
(nia/dnl)










































