Jamsostek Seleksi 3 Bank Untuk Diakuisisi

Jamsostek Seleksi 3 Bank Untuk Diakuisisi

- detikFinance
Rabu, 06 Jan 2010 17:42 WIB
Jamsostek Seleksi 3 Bank Untuk Diakuisisi
Jakarta - Setelah melakukan seleksi terhadap 3 bank, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kembali melakukan kajian terhadap 3 bank lain atas rencana aksi korporasi perseroan untuk mengakuisisi salah satu bank di tahun 2010. Ketiga bank tersebut adalah, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Bukopin, dan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Sebelumnya, Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Masassya telah melakukan review atas Bank Muamalat, Bank Agroniaga, dan Bank Syariah Bukopin. Proses seleksi ditargetkan akan selesai pada semester II-2010.

"Saatnya nanti proses akan mengerucut. Dan kita akan pilih satu, tapi belum bisa bilang. Mostly adalah bank yang belum pernah didengar," katanya di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Di tahun 2010, PT Jamsostek menyiapkan dana Rp 800 miliar untuk direct investment (investasi langsung) ke berbagai produk investasi yang ada. Sebagian dari dana tersebut digunakan untuk akuisisi salah satu bank yang telah di-review perseroan.

Proses review dan akuisisi nantinya dilakukan Jamsostek melalui anak usaha mereka yaitu Jamsostek Invesment Company (JIC). "Nanti semuanya atas nama JIC, termasuk sukuk dan proses review ini," ujarnya.

Pada pertemuan di kantor BNI Jakarta yang lalu, Elvyn mengungkapkan dana Rp 800 miliar akan dibentuk dalam sebuah holding yakni Jamsostek Incorporated .

"Itu seperti Virtual Holding -nya Jamsostek. Di dalamnya, nanti akan ada Jamsostek Invesment Company kemudian banking, kesehatan, service management , health provider , dan ada reasuransi," tambah Elvyn.

Tujuan didirikan Jamsostek Incorporated , untuk efektivitas pengelolaan Jamsostek yang bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Untuk JIC merupakan hasil kerjasama perseroan dengan anak perusahaan Asian Development Bank (ADB) yaitu Islamic Coorporate Development (ICD). Jamsostek bakal mendapat porsi saham sebesar 51 persen di perusahaan tersebut.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads