Rapat atau pertemuan yang diadakan pada tanggal 13 November 2008 antara BI dengan Pemerintah itu melakukan teleconference dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sedang berada dalam pertemuan G-20 di Washington. BI dan Pemerintah saat itu membahas seputar krisis dan masalah yang terjadi pada Bank Century.
"Teleconference merupakan cara komunikasi yang dimungkinkan untuk membahas situasi terakhir kondisi moneter di Indonesia, serta updating terkait masalah Bank Century," ungkap Muliaman menjawab pertanyaan anggota Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (07/01/2010).
Ketika ditanyakan apakah ia mengetahui pernyataan Menteri Keuangan setelah mendapatkan informasi dari BI, Menteri Keuangan akan melaporkan kepada Presiden, Muliaman yang menghadiri rapat tersebut mengakui tidak "aware" mengenai pernyataan Sri Mulyani Indrawati.
"Saya hadir dalam rapat, rapat itu cukup panjang, namun saya tidak aware apa yang disampaikan Sri Mulyani, apakah akan memberitahukan ke Presiden atau tidak," kata Muliaman.
Anggota Pansus Fraksi PDIP Ganjar Pramono lantas memperdalam pernyataan Muliaman apakah dengan sengaja BI memberitahukan kerahasiaan bank dengan membeberkan nama-nama deposan besar kepada pihak-pihak yang datang pada rapat tersebut.
"Sesuai dengan notulensi rapat yang diterima dari Departemen Keuangan, peserta rapat tersebut di antaranya adalah Raden Pardede, Agus Martowardoyo dari Bank Mandiri, dan Marsilam Simanjuntak. Apakah dengan membuka data-data dana deposan kepada mereka tidak melanggar undang-undang kerahasiaan bank?," tanya Ganjar.
Muliaman menjawab hal tersebut wajar dan mereka memang pihak-pihak terkait yang hadir guna menyelamatkan Bank Century. Mendengar peryataan Muliaman, Ganjar menegaskan dengan bertanya kembali.
"Jadi saya sebagai anggota DPR bisa ikut rapat dan mengetahui dana-dana deposan besar? Itu tidak masuk akal," ujar Ganjar.
Mendengar pertanyaan itu Muliaman hanya terdiam. Kemudian Ganjar menanyakan kembali apakah Bank Mandiri termasuk pihak terkait. Muliaman mengatakan Bank Mandiri bukan merupakan pihak terkait. "Tidak," singkat Muliaman.
Dengan kesimpangsiuran atas jawaban-jawaban Muliaman, Ganjar menyimpulkan Muliaman hanya mencari aman saja.
"Bapak dibayar disini sebagai orang yang professional dalam mengurus bank-bank dan menghadiri rapat tersebut mengapa Bapak tidak mengetahui ataupun tidak ingat. Di sini Bapak terkesan merekonstruksi yang bapak ketahui dan hanya mencari aman saja," tegas Ganjar. (dru/dnl)











































