Dana yang awalnya direncanakan untuk menutup kerugian transaksi valas Bank Century tersebut ternyata ditemukan fraud.
"Saya akan meluruskan mengenai kasus dana US$ 18 juta, itu merupakan fraud," ujar Susanna di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin malam (11/01/2010) pukul 23.00.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bertugas mengurus cash count, dan ketika diperiksa ternyata ada cash in transit ke Singapura. Kemudian saya mendatangi Dewi Tantular dan mengkonfirmasi cash yang transit ke Singapura tersebut namun Dewi hanya mengatakan bahwa memang benar ada tanpa memberitahukan dana siapa," paparnya.
Akhirnya, lanjut Susanna, sewaktu dipanggil oleh manajemen baru yakni Erwin Prasetyo ternyata dikatakan bahwa cash in transit tersebut memang merupakan dana Boedi Sampoerna sebesar US$ 18 juta.
"Saya merasa dibohongi dari situ, karena ketika saya meminta dokumen-dokumen untuk melihat dana yang mampir ke Singapura tidak pernah diberikan oleh para direksi," jelasnya.
Susanna menambahkan, semenjak berada dibawah manajemen lama, dirinya kerap tidak pernah memperoleh data-data dan dokumen secara lengkap ketika menemukan sebuah penyelewengan atau sesuatu yang dicurigai.
"Oleh karena itu saya sangat terbatas dalam mencari kebenaran," pungkasnya.
(dru/qom)











































